Media Transmisi Wireless

                                       JENIS-JENIS MEDIA TRANSMISI


a.     Gelombang Mikro

1)   Gelombang Mikro Satelit

Satelit komunikasi adalah sebuah stasion relay gelombang mikro. Dipergunkan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter atau receiver gelombang mikro pada bumi yang dikenal sebagai station bumi atau ground station. Satelit sangat sesuai untuk distribusi siaran televisi dan juga dipergunakan untuk titik-ke-titik antara sentral telepon pada jaringna telepon umum.

2)   Gelombang Microwave

Microwave merupakan high-end dari RF (Radio Frequency), sekitar 1 – 30 GHz. Transmisi dengan microwave ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

- Alokasi frekuensi
- Interference, Keamanan
- Harus straight-line (perambatan line-of sight)
- Jarak tanpa repeater anatar 10 – 100 km

B. Infrared (Inframerah)


Infrared adalah generasi pertama dari teknologi koneksi nirkabel yang digunakan untuk perangkat mobile. InfraRed merupakan sebuah radiasi gelombang elektromagnetis dengan panjang gelombang lebih panjang dari gelombang merah namun lebih pendek dari gelombang radio yaitu 0,7 mikro m sampai dengan 1 milimeter. Sinar infra merah memiliki jangkauan frekuensi 1011 Hz sampai 1014 Hz.

C.Bluetooth


Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 Ghz unlicensed yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. 

Spesifikasi jaringan wifi menurut standart IEE

Standar IEEE 802.11
a. IEEE 802.11a

Standar 802.11a (disebut WiFi 5) memungkinkan bandwidth yang lebih tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek). Standar 802.11a mengandung 8 saluran radio di pita frekuensi 5 GHz.

Standard IEEE 802.11a bekerja pada frekuensi 5GHz mengikuti standard dari UNII (Unlicensed National Information Infrastructure). Teknologi IEEE 802.11a tidak menggunakan teknologi spread-spectrum melainkan menggunakan standar frequency division multiplexing (FDM).
Tepatnya IEEE 802.11a menggunakan modulasi orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). Regulasi FCC Amerika Serikat mengalokasikan frekuensi dengan lebar 300MHz di frekuensi 5GHz. Tepatnya 200MHz di frekuensi 5.150 - 5.350 Mhz. Dan sekitar 100MHz bandwidth pada frekuensi 5.725 - 5.825 Mhz

b. IEEE 802.11b

Standar 802.11b saat ini yang paling banyak digunakan satu. Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia.

c. IEEE 802.11c


Standar 802.11c (disebut WiFi), yang menjembatani standar 802.11c tidak menarik bagi masyarakat umum. Hanya merupakan versi diubah 802.1d standar yang memungkinkan 802.1d jembatan dengan 802.11-perangkat yang kompatibel (pada tingkat data link).

d. IEEE 802.11d

Standar 802.11d adalah suplemen untuk standar 802.11 yang dimaksudkan untuk memungkinkan penggunaan internasional 802,11 lokal jaringan. Ini memungkinkan perangkat yang berbeda informasi perdagangan pada rentang frekuensi tergantung pada apa yang diperbolehkan di negara di mana perangkat dari.

e.IEE 802.11E

Standar 802.11e yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan pada tingkat data link layer.Tujuan standar ini adalah untuk menentukan persyaratan paker yang berada dalam hal bandwidth dan keterlambatan transmisi segingga memungkinkan transmisi yang lebih baik suara dan video. 

IEEE 802.11e adalah sebuah amandemen dari 802.11 yang khusus membahas tentang perbaikan Quality of service pada 802.11 dengan menambahkan beberapa fungsi tertentu pada MAC layer. IEEE 802.11e mendefinisikan fungsi koordinasi baru dinamakan Hybrid Coordination Function (HCF). HCF menyediakan mekanisme akses baik secara terpusat yaitu HCF Controlled Channel Access (HCCA) maupun secara terdistribusi yaitu Enhanced Distributed Channel Access (EDCA)

Jenis-jenis Antena Jaringan 

A. ANTENA YAGI

- Kelebihan      : 1. Penguatan Dapat diatur sesuai kebutuhan
                           2. Penggunaan prinsip antena direksional
                           3. Bias digunakan pada frekuensi tinggi
- Kekurangan   : 1. Bahan untuk merangkai cukup banyak
                           2. Pembuatan dan penghitungan relative sulit

B. ANTENA GRID

Pemasangan antena grid ada dua cara yaitu secara horizontal dan secara vertikal.

 Vertikal :

- Kelebihan      : 1. Jangkauan jauh
- Kekurangan   : 1. Beam sangat kecil sehingga saat pointing harus benar benar pas

Horizontal :

-   Kelebihan      : 1. Beam sanat besat sehingga saat pointing lebih mudah
-   Kekurangan   : 1. Mudah terkena interfensi dan jangkauan pendek

C. ANTENA OMNI

- Kelebihan      :  1. Mempunyai frekuensi jaringan 360 derajat
                            2. Membuatnya mudah
                            3. Tidak perlu banyak biaya
- Kekurangan :  1. Proses konneksi ke internetnya lama, karna terlalu banyak membagi-bagi   sinyal di 360 tersebut

D. ANTENA WAJAN BOLIC


- Kelebihan      : 
1. Jaringan yang di hasilkan cukup stabil dan lebih cepat
2. Pemasangan dan instalasinya tidak memakan waktu lama
3. Biaya yang diperlukan sangat murah

- Kekurangan   : 
1. Keberadaan angin sangat berpengaruh pada letak, jadi harus punya mounting yang kuat di suatu tower
2. Kekuatan daya yang di hasilkan tidak bisa di kendalikan secara teratur
3. Tidak mempunyai sensitifitas seperti parabola aslinya



Komentar